Menapaki Gunung Api Purba Nglanggeran

Pagi, jam 10.00 WIB, tanggal 28 Mei 2011 akupun kedua kalinya menapaki puncak Gunung Api Purba (GAP) Nglangggeran.

Gunung Api purba ini berlokasi di Desa Nglanggeran Kec. patuk, Gunungkidul untuk ke lokasi ini hanya perjalanan 30-40 menit saja dari jogja.

Untuk mendaki puncak GAP Nglanggeran dibutuhkan waktu satu jam saja. Karena mengingat medan yang di lalui cukup mudah dan telah diberi jalan setapak menuju puncak (pengamatan aku sendiri loh,,Senyum sambil berkedip).

Dalam cerita geologinya, GAP ini punya cerita sendiri.
Berikut kisah hidup GAP Nglanggeran ini.

Menurut kajian geologi daerah ini, Gunung Nglanggeran adalah Gunung Berapi Purba. Usia gunung ini menjadi menarik bagi ilmuwan geologi karena ingin mengetahui genesa (pembentukan) gunung api ini serta memperkirakan bagaimana kondisi tektonik pada saat gunung Nglanggeran ini masih aktif. Kajian awal dahulu memperkirakan usia Gunung Nglanggeran ini sekitar 50 JUTA tahun. Namun kajian terbaru menemukan gunung ini sudah mati sejak 18 juta tahun yang lalu.

Menurut Awang Harun Satyana, seorang ahli geologi Indonesia, Formasi Nglanggran dan formasi-formasi Kebo Butak serta Semilir merupakan produk volkanisme Oligo-Miosen yang untuk pertama kalinya oleh Verbeek dan Fennema (1896, diteliti lagi oleh Bothe, 1929, 1934, dan dikompilasi van Bemmelen, 1949) disebutnya sebagaiOAF (Oud Andesiet Formatie - Old Andesite Formation atau OAF. Ini adalah volkanisme submarin (van Bemmelen, 1949) yang bersifat turbidit.

Dalam teori plate tectonics, OAF dan semua formasi ekivalensinya di Jawa Barat (Jampang, Gabon) serta di Jawa Timur (Puger) (lihat evaluasi regional yang pernah dipublikasikan di Proceedings PIT IAGI 2003:   Satyana dan Purwaningsih, 2003, Oligo-Miocene Carbonates of Java: Tectonic Setting and Effects of Volcanism) merupakan jalur volkanik berumur Oliogo-Miosen (Oligosen Akhir-Miosen Awal) yang sekarang menjadi fisiografi Pegunungan Selatan di selatan Jawa. Jalur volkanik sejajar poros panjang Jawa ini timbul karena partial melting yang dialami kerak samudera Hindia di kedalaman 100-200 km di bawahnya dengan zona subduksinya di submarine ridge selatan Jawa sekarang. Berdasarkan umur mutlak menggunakan K-Ar (Soeria-Atmadja, 1994) volkanisme ini berakhir pada 18 Ma (Miosen Awal bagian bawah).

Setelah itu, pada 12 Ma (Miosen Tengah) mulai terjadi pelandaian kemiringan penunjaman (zone Wadati-Benioff) sehingga zone partial melting ikut bergerak ke arah utara dan menghasilkan volkanisme umur Miosen Tengah yang ternyata menerus sampai Kuarter dan meninggalkan jalur volkanik Nglanggran serta pusat2 erupsi di sekitarnya. Perpindahan jalur volkanik sekitar 50-100 km ke arah utara ini telah menonaktifkan semua gunungapi di jalur selatan – tak ada feeder magma hasil partial melting ke gunung2api ini. (sumber: dongeng geologi)

Oke, berlanjut lagi cerita pendakian kali ini.
Mulai dari Pendekatan ke GAP Nglanggeran.
Cekidot foto-fotonya yah Senyum dengan mulut terbuka

itu nglanggeran.. :D

nglanggeran3

Setelah makan siang di warung depan pintu masuk Nglanggeran. Aku dan teman-teman (Rory, Totok, Isna dan Uly) memulai pendakian Senyum dengan mulut terbuka.

totok dan rory

gardu pandang 1

Sampai di gardu pandang 1 membutuhkan waktu hanya 1 menit.
Dan 3 orang temanku cukup sampai disini aja bertahan (maklum udah tua,,wkwkwkwk,,,) dan aku melanjutkan ke Puncak berdua sama Rory. Move Up…. Senyum……Siput….

rory...

pelangi,,,yuhu,,,,

Sampailah di Puncak Pelangi (gag tau juga kenapa di namain pelangi…haha,,mungkin banyak bidadarinya yah,,,FYI, puncak di Nglanggeran ini ada juga yang namanya Gede dan Kelir…tapi aku susah bedain satu-satu…abisnya sama semua…haha).
Inilah foto-foto di Puncak Pelangi,…

tebing batu

bekas sejarah

diujung jalan

Selesai motret pemandangan, akupun tak lupa untuk motret siluet (abisnya sinar belakang sangat menyengat sekali paa sore itu.. Senyum).

lompat yeah...

up...

landscaper

Puas dengan motret siluet, aku dan Rori turun dari GAP Nglanggeran ini.

Ups, hampir ketinggalan di puncak Gardu Pandang 1 mencoba motret siluet dan sunset Senyum dengan mulut terbuka.

sunset

Selesai liat sunset di gardu pandang 1, aku dan Rory turun dan kembali ke Jogja.

See u next journey,,,see u next journal… Senyum dengan mulut terbuka………Kura-kura…..

About these ads

About geoball hmtg bumi

Seorang mahasiswa geologi yang suka jalan-jalan menikmati alam Indonesia yang sangat indah, tertarik dalam dunia fotografi, suka sharing akan hal yang bermanfaat dan aku adalah sang pemimpi yang mempunyai mimpi besar berkerja di offshore dan pastinya i'am an ordinary people ;D
This entry was posted in Hunting foto, Pendakian Gunung. Bookmark the permalink.

One Response to Menapaki Gunung Api Purba Nglanggeran

  1. wahyu says:

    great shot bang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s