>SOAL DAN JAWAB UAS UJIAN MATA KULIAH TEKTONIK..!!!!

>

SOAL sebagai berikut :

1.Konsep tektonik lempeng hingga saat ini masih bisa dipercaya untuk membantu pencarian bahan galian. Berilah contoh bagaimana jika anda diminta untuk mencari emas dan minyak bumi berdasarkan konsep tektonik lempeng. Lengkapi dengan gambar !!!!

2. Bayat dan Karangsambung merupakan daerah yang sangat terkenal  bagi dunia geologi (indonesia). Coba jelaskan kesamaan dan perbedaan dari dua daerah tersebut, ditinjau dari produk tektoniknya.

3. Jelaskan istilah-istilah dibawah ini dan sertai dengan gambar:
  • Jalur akresi
  • Olistrostrom
  • Lava Bantal
  • Astenosfer
  • Kekar non tektonik
Jawaban Setelah selesai ujian..
aq search di folder mata kuliah dan internet tentunya sebagai referensi doank..
^_^

1. “Klo saya disuruh nyari emas saya gag mungkin ke dasar lautan,,,hahaha
Klo saya disuruh nyari minyak gag mungin saya ke puncak gunung,,,hahaha…”
Jawaban yang gag ada jiwa ilmuwannya tuh,,,,hihihihi…

Ok,,,
saya akan mencoba menjawab secara geoscience…
Konsep Tektonik lempeng merupakan akar dari mata kuliah tektonik.
Konsep ini telah membawa suatu revolusi didalam cara kita berfikir tentang geologi beserta ilmu dan cabang2nya dan tidak terlepas tentang bahan endapan galian mineral sumber daya alam yang terbentuk akibat proses tektonik itu sendiri.
Tektonik sendiri bisa merubah wajah permukaan bumi, dan juga penentuan bahan endapan galian mineral alam di daerah itu sendiri.
Jenis-jenis bahan endapan mineral sangat di pengaruhi oleh:
1. Komposisi
2. Letak dan kedalaman
3, Proses-2 yang berlangsung dalam magma dan
4. Sifat batuan sekitarnya yang ditempati magma.
Bagian-bagian pada lempeng litosfer yang menarik untuk di amati potensi mineral ekonomisnya adalah:
1.Wilayah dimana terjadi nya pemekaran (spreading ridge)
2.Wilayah busur kepulauan seperti disekitar samudra pasifik.
3. Wilayah cekungan yang sering terbentuk antara busur kepulauan dan benua seperti di laut jepang.
4. Jalur subduksi dimana bagian tepi benua di susupi oleh lempeng kerak samudra yang menunjam dibawahnya.

Terdapat dua tempat lagi yang mungkin penting:
1. Daerah (Zona) benturan antara dua bongkah kerak benua.
2.Daerah dimana terjadinya naikan mantel (plumes).

Agar lebih jelasnya di berikan suatu gambar ilustrasi.
sbg berikut:


2.
Mengenai jawaban no 2, saya tidak masukin dalam post ini, karena jawabannya adalah pendapat maupun pandangan masing-masing individu. 

3.A.Jalur Akresi`
Jalur akresi merupakan jalur dimana proses tektonik sangat berpengaruh pada proses ini.

Proses Pembentukan Accretionary wedge
Accretionary wedge atau accretionary prism dibentuk oleh proses tumbukan (collision) antar lempeng benua serta oleh proses penunjaman (subduction) antara lempeng benua dan lempeng samudra.
Pada proses tumbukan, karena baik system busur kepulauan ataupun benua tidak terjunjamkan, maka kedua system menjadi terkunci total. Kedua keadaan ini mengakibatkan busur kepulauan dan sediment pinggiran benua tertekan, terdeformasi, tergencet, terlipat, tersesar sungkupkan dan terangkat, membentuk jalur lipatan dan sesar yang menjadi cirri jalur orogenesa. Jalur orogenesa ini kemudian bertumbukan, terakramasi dan bergabung (amalgamsi) dengan benua. Jenis pertambahan dan pertumbuhan benua ini disebut sebagai accretionary wedge.
Pada proses subduction, seduction menghasilkan kerak accretionary widge melalui proses subduction off-scraping (penyuguan dalam penunjaman) sebagian massa kerak oseanik dikerok-disugu, dicampur dengan massa dari pinggir kontinen, diramu dalam sedimentasi dan tektonik imbrikasi jadilah accretionary widge yang bentuknya membaji mirip geometri prisma.
Dampak Yang Ditimbulkan dari Accretionary Wedge
Accretionary wedge merupakan daerah yang paling rawan terhadap gempa karena pusat-pusat gempa berada dibawahnya. Batuan accretionary wedge memiliki kekhasan yaitu ditemukannya batuan campur aduk (mélange, ofiolit) yang umumnya berupa batuan Skist yang berumur muda. Sejarah kegempaan membuktikan bahwa episentrum gempa –gempa kuat umumnya terletak pada accretionary wedge ini karena merupakan gempa dangkal (< 30 km).
B.Olistostrom
Olistostrom adalah kelompok batuan yang terbentuk karena adanya pengendapan material-material sedimen pada cekungan-cekungan yang terbentuk oleh sesar-sesar naik akibat deformasi batuan (pada zona melange). Kelompok batuan pada olistotrom ini dapat merupakan fragmen batuan-batuan (olistolith atau exotic block) yang mengambang dalam massa dasar lempung. Batuan olistostrom dapat disebut juga sebagai sedimentary melange, dikarenakan proses terbentuknya tadi yang berada di cekungan-cekungan hasil proses deformasi pada melange. Oleh karena itu dalam rekaman stratigrafi kelompok batuan yang melange akan berada di bawah dari kelompok batuan olistotrom.

Olistostrom merupakan unit stratigrafi yang umumnya dapat dibedakan antara formasi di atasnya dengan di bawahnya oleh adanya kontak deposisional. Akan tetapi dengan adanya ophiolite, chert, batuan metamorf dan sedimen yang didominsasi oleh matrik pelitik yang tertembus dan terpotong memungkinkan disebut sebagai melange atau olistostrom yang tergerus.
C. Lava bantal
lava bantal (atau) terbentuk ketika gunung api bawah laut meletus dan mengeluarkan lava di dalam air laut dingin. Lapisan luar yang mengeras dengan cepat.

 

D. Astenosfer
astenosper merupakan lapisan dibawah lempeng tektonik, yang menjadi tempat bergeraknya lempeng benua dipengaruhi oleh arus konveksi yang bekerja di dalamnya.
E. Kekar non Tektonik
KEKAR
Kekar adalah suatu retakan pada batuan yang tidak/belum mengalami pergerakan.Kekar dapat menjadi tempat tersimpannya sumber mineral industri tertentu, atau sebagai jalan bagi aliran air tanah.
Kekar dapat terbentuk sebagai:
1. Kekar pengkerutan, disebabkan oleh gaya pengkerutan yang timbul karena pendinginan atau pengeringan, biasanya berbentuk poligonal yang memanjang.
2. Kekar lembaran, sekumpulan kekar yang sejajar dengan permukaan tanah, terutama pada batuan beku. Terbentuk karena hilangnya beban di atasnya.
3. Kekar tektonik, terbentuk karena proses tektonik, atau gaya-gaya akibat pergerakan permukaan bumi.
a. Berdasar genesanya
1. Kekar gerus
Kekar gerus merupakan kekar yang terbentuk oleh gaya kompresi. Biasanya berpasangan, pada breksi memotong fragmen, bidang kekar lurus dan rata. Batuan akan menjadi terkoyak atau menjadi rapuh.
2. Kekar tarik
Kekar tarik terbentuk oleh gaya tarik. Biasanya tidak berpasangan, tiak memotong fragmen pada breksi, bidang kekar biasanya tidak lurus dan tidak rata. Batuan menjadi terbuka
b. Kedudukan terhadap bidang lain
1. Dip joint
Jurusnya relatif sejajar dengan arah kemiringan lapisan batuan
2. Strike joint
Jurusnya sejajar dengan arah kemiringan lapisan batuan
3. Bedding joint
Bidangnya sejajar dengan bidang perlapisan batuan di sekitarnya
4. Diagonal joint
Jurusnya memotong miring bidang perlapisan batuan sekitarnya.
c. Kekar atau rekahan berdasarkan ukurannya dapat dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu :
a. Mikro joint
b. Master joint
d. Berdasarkan bentuknya kekar dapat dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu :
a. Kekar sistematik
b. Kekar tak sistematik
e. Berdasarkan cara terbentuknya kekar dapat dibagi menjadi tiga, yaitu :
a. Kekar pengkerutan
b. Kekar lembaran
c. Kekar tektonik
f. Berdasarkan genesanya kekar tektonik ini dibagi lagi menjadi dua yaitu :
a. Kekar gerus (shear joint)
b. Kekar tarik (Tension joint ) dibagi atas :
1. Extension joint
2. Release joint
g. Berdasarkan kedudukan bidang lapisan batuan, kekar ini dibedakan menjadi :
– Dip joint
– Strike joint
– Bedding joint
– Diagonal joint

 

Untuk jenis kekar non tektonik jawabanya selain kekar tektonik yang sudah di jelaskan di atas.
^_^
Y udah kesimpulannya kekar yang tak berhubungan dengan tektonik:
– kekar lembar – mengalami gaya kompresi sejajar dengan panjangnya
– pecahan batuan akibat pertambangan
– kekar pendinginan pada batuan volkanik: kekar kolom pada basalt.
Mungkin ini jawabannya dari aq,,,

😛

 

About geoball hmtg bumi

Seorang mahasiswa geologi yang suka jalan-jalan menikmati alam Indonesia yang sangat indah, tertarik dalam dunia fotografi, suka sharing akan hal yang bermanfaat dan aku adalah sang pemimpi yang mempunyai mimpi besar berkerja di offshore dan pastinya i'am an ordinary people ;D
This entry was posted in Journal Geologi, Kisah geologi-ku. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s