>Belajar ke Lapangan Hidrogeologi yuk…

>

Tanggal 15 januari 2011, aku dan anak-anak geologi yang mengambil kuliah Hidrogeologi pergi studi ke lapangan yang bertujuan agar lebih memperdalam dan mempermantap ilmu yang di dapat di dalam ruang kuliah.

Pagi jam 7, anak-anak udah stand by di depan kampus STTNAS tercinta (gag boleh protes,,,hehe).
Kuliah lapangan ini di dampingi oleh pak Ir. H.Joko Sungkono AM selaku dosen Hidrogeologi.

ini potret beliau dalam candid😀

Oke, tambah memperpanjang mukaddimah kita langsung kelapangan aja.
Cekidot foto-foto menuju stopsite 1, yuks capcus…..

ehm,,ehm,,,calon suami yang baik seorang geologist (sory promosi dikit,,,wkwkwk)

Tak berapa lama, samapailah di stopsite 1. cekidot foto-fotonya…😀

pak dosen lagi jelasin tentang “design contruction”😀
salah satu tenaga listrik yang di pakai pada aquifer primer😀
mesin pemboran air pada aquifer primer

Untuk penjelasan di stopsite 1 ini, sebagai berikut :

Aquifer terbagi atas 2, yaitu :
Aquifer material lepas ( primer)
Aquifer material kompak (secondary)

Prosedur pemboran air tanah:
A. Persiapan.
B. Pemboran pilot hole.
C. Electrical Logging.
D. Pemboran reaming.
E. Design Kontruksi (bisa full kontruksi atau open hole, tergantung aquifernya primer atau sekunder).
F.Development.
G. Pumping Test.
H. Laporan.

Lanjut lagi ke stopsite 2, cekidot foto-fotonya…😀

di depan tempat contoh pemboran pada aquifer primer (gag bisa masuk, tapi di Stopsite 3 bisa masuk..)
salah satu manfaat pemboran air
sistem irigasi mesti di perhatikan..

Karena pada stopsite 2, gag bisa masuk dalam. Maka penjelasannya di stopsite 3 aja.
Meluncur ke stopsite 3, cekidot😀

di stopsite 3
pipa inilah yang akan menyedot air dari bawah tanah😀

Penjelasannya, sebagai berikut :
Pemboran yang dilakukan pada aquifer primer sangat berguna sekali dalam sistem pengairan dan sumber kehidupan masyarakat sekitar. Dalam hal ini, pemerintah sangat berperan aktif dalam penyedia fasilitas ini.

Dalam stopsite ini, beragam alat di jelaskan dari pipa hisap, pengatur tekanan udara, elbow, susah di jabarkan satu-satu dalam blog ini😛.

Setelah puas di stopsite 3, mari kita ke stopsite 4, cekidot…

kali gendol jadi stopsite 4
air panas inilah yang nantinya jadi cikal bakal primer aquifer😀
Kuliah lapangan..😀
Peta hidrogeologi sebagai acuan..😀
sekali lagi promosi (calon suami yang baik seorang geologist…wkwkwk)
pinjam kacamata dulu bro…😀
Supir nungguin pasir penuh…
Yang punya penyakit panu, kadas, kurap harap hubungi bapak ini…wkwkwk
mega boulder dari Merapi

Penjelasan di stopsite 4, sebagai berikut :
Kali gendol merupakan aset berharga dalam pembetukan aquifer primer dengan material lepas yang di bawa oleh arus Kali Gendol itu sendiri.
Macam-macam aquifer material lepas, seperti :

1. Water Courses (daerah aliran air): berupa endapan alluvial yang terdiri atas endapan sungai atau daerah dataran banjir.
sumur ini sangat produktif karena :
– Material berupa material lepas yang mempunyai Sy (pemadatan yang besar).
– Sungai selalu berair sehingga air sungai mensuplai air tanah contoh daerah Cepu.

2. Abondoned (Burried Valley) (sungai mati), merupakan sungai yang tidak di lewati sungai lagi terdiri dari endapan lepas sehingga kapasitas daripada air tanah cukup besar contohnya Sangiran.

3. Extensive Plains adalah dataran yang luas tersiri dari material lepas berupa dataran pantai dsb, contohnya Mirit dan Kebumen.

4. Intermountain Valley yaitu lembah yang di kelilingi gunung dan materialnya lepas.

Tidak kalah penting pada aquifer primer, maka di gunakan metode pemboran DCWMF (Direct Circulation With Mud Flush).

Udah puas di stopsite 4, kami pun beranjak ke stopsite 5 ke arah selatan jogja, tepatnya Gunung Kidul (tempat dimana terdapatnya aquifer sekunder).

Cekidot foto-foto perjalanannya😀

Jabiger lagi nungguin teman yang di belakang (ada insiden senggol-sengolan di belakang…hehe)
hampir dekat stopsite 5😀
dekat stopsite 5
ini dia stopsite5
inilah, pemikiran kuno (nanti aku jelasin… :D)
hmm,,di belakang contoh aquifer sekunder😀 (yg punya blog narsis dulu,,haha)

Stopsite 5..
Penjelasan untuk stopsite 5, begini..
Secondary Aquifer terdiri dari material yang kompak. Kita bisa ambil contoh Secondary Aquifer pada batugamping.
Yupz,,,di batugamping, dengan metode kontruksi DCWAF (Direct Circulation with Air Flush) maka pemboran air tanah pada batu gamping bisa dilakukan.

Dari foto-foto di atas dapat kita lihat bahwa metode kuno ini tidak berjalan dengan baik di banding metode modern yang terdapat pada stopsite 6, bagaimana tidak??? Ketidak-efisienan dalam penggunaan pipa-pipa yang saling menyambung mendapatkan dampak kerugian yang banyak ketimbang pada metode modern😀.
Bisa di bayangkan betapa susah dan mahalnya (belum lagi dampak kerusakan yang di timbulkan oleh pipa) untuk mengambil air dengan metode ini.

Oke, langsung saja kita ke stopsite 6, cekidot foto-fotonya😀

stopsite 6 ini, merupakan titik di mana dilakukannya pemboran metode modern
generator😀
pipa buat nyedot air di bawah😀

Penjelasan pada stopsite 6, begini..
Hmm,,,,pada stopsite 5 merupakan metode kuno yang dilakukan dengan mengandalkan pipa yang saling menyambung. Berbeda dengan stopsite 6 yang mengandalkan pemetaan bawah permukaan sehingga setelah ketemu titik berkumpulnya air (akumulasi water) maka di situlah di lakukannya pemboran.

Mungkin semua bertanya, kalo udah di sedot trus airnya di masukin mana???? Simple aja…cekidot foto selanjutnya..😀

air mengalir ke atas😀

jawabannya, air akan di alirkan ke atas bukit itu😀
Jadi, proses pengaliran air ke penduduk sekitar menggunakan gaya gravitasi di mana gaya akan mengarah ke bawah😀.

Next, kita ke stopsite 7
Cekidot foto-fotonya yak..😀

pintu masuk bribin😀
gag bisa masuk😀 (karena hari minggu)

Stopsite 7 ini kurang lebih sama dengan 2 stopsite sebelumnya yang menjelaskan tentang secondary aquifer😀. Tapi karena ke lapangannya bertepatan hari minggu, maka mau tidak mau Goa Bribinnya tutup😀.

Goa Bribin merupakan goa yang memiliki air yang melimpah, namun dalam pengangkatan airnya mengalami banyak kendala. Cekidot foto mengenai Goa Bribin😀

penampakan subsurface kira-kira seperti ini..😀
inilah air yang mau di ambil😀

Stopsite 7 jadi stopsite terakhir, dan aku dan teman-teman jabiger lainnya pun pulang😀

Sebelum pulang, nyantai di Bukit Bintang dulu😀 Ajieb….

Salam geologi selalu…😀

Sesampai di Jogja, langsung di liatin pelangi😀

judulnya: “rainbow after the rain :D”

Karena udah sampe Jogja, maka selesailah kuliah lapangannya :D
Akhir kata..
Salam Geologi selalu kawan….”Spirit never dies in Geology”

See u next time….
See u next story…

About geoball hmtg bumi

Seorang mahasiswa geologi yang suka jalan-jalan menikmati alam Indonesia yang sangat indah, tertarik dalam dunia fotografi, suka sharing akan hal yang bermanfaat dan aku adalah sang pemimpi yang mempunyai mimpi besar berkerja di offshore dan pastinya i'am an ordinary people ;D
This entry was posted in Kisah geologi-ku, Kuliah Lapangan. Bookmark the permalink.

3 Responses to >Belajar ke Lapangan Hidrogeologi yuk…

  1. rory hidayat says:

    >like thissss………air tanah memang mengasikkan.

  2. >@rory: hehe,,,,iy ror…baru bisa nulis sekarang aq.. :Dpadahal nilai kuliah udah keluar..😀

  3. Selanjutnya tahun kami ni yg praktik disitu….@2010 STTNAS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s